Jelang Gerhana Matahari Total (GMT) 2016, Bandung akan mengalami gerhana sebesar 88,76 %. Cukup amankah persiapan anda untuk pengamatan GMT 2016?
Menurut Aria Utama (Dosen bidang astronomi UPI) pengamatan matahari baik pada saat cuaca cerah maupun pada saat gerhana sama-sama berbahaya. Untuk itu berbagai media berusaha memberi penjelasan tentang bagaimana pengamatan gerhana matahari yang baik. Namun sebagai masyarakat kita harus berhati-hati dengan banyak informasi yang beredar, karena tidak semua teknik tersebut aman. Berikut ini adalah dua buah cara pengamatan GMT yang aman dan dapat dilakukan dengan mudah.
Cara pertama adalah dengan membuat kamera lubang jarum (pinhole camera). dengan kamera ini kita hanya melihat bayangan matahari tanpa harus melihat langsung ke arah matahari. Menurut Nanang, salah sorang dosen dan praktisi pengamatan antariksa di laboratorium Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa UPI pengamatan dengan menggunakan kamera lubang jarum adalah teknik yang paling aman untuk dilakukan.
Berikut adalah langkah-langkah membuat kamera lubang jarum:
Siapkan terlebih dahulu bahan bahan berikut ini: (1) kotak sepatu (lebih panjang lebih baik), (2) aluminium foil (biasanya dipakai untuk bungkus coklat), (3) jarum (lebih kecil lebih baik), (4) isolasi hitam (lakban), (5) karton putih, (6) cutter dan gunting, (7) lem kayu (jika ada).
Cara kedua adalah dengan menggunakan filter. Banyak artikel mengungkapkan bahwa kacamata las (welder glass) dapat digunakan, kenyataannya kita harus menggunakan dua buah kacamata las yang digabungkan agar dapat mengamati matahari dengan aman. Filter yang benar-benar aman untuk digunakan adalah filter ND50 (Neutral Density). Dengan menggunakan filter ini maka cahaya matahari yang sampai ke mata (pengamatan langsung) hanya sebesar 1/100000 bagian saja. Inipun hanya diijinkan untuk pengamatan selama kurang dari 3 menit, bahkan bapak Hendro M.Si, pendiri Imah Noong, mengungkapkan bahwa beliau hanya mengijinkan pengamatan selama maksimal 2 menit.
Menurut Aria Utama (Dosen bidang astronomi UPI) pengamatan matahari baik pada saat cuaca cerah maupun pada saat gerhana sama-sama berbahaya. Untuk itu berbagai media berusaha memberi penjelasan tentang bagaimana pengamatan gerhana matahari yang baik. Namun sebagai masyarakat kita harus berhati-hati dengan banyak informasi yang beredar, karena tidak semua teknik tersebut aman. Berikut ini adalah dua buah cara pengamatan GMT yang aman dan dapat dilakukan dengan mudah.
Cara pertama adalah dengan membuat kamera lubang jarum (pinhole camera). dengan kamera ini kita hanya melihat bayangan matahari tanpa harus melihat langsung ke arah matahari. Menurut Nanang, salah sorang dosen dan praktisi pengamatan antariksa di laboratorium Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa UPI pengamatan dengan menggunakan kamera lubang jarum adalah teknik yang paling aman untuk dilakukan.
Berikut adalah langkah-langkah membuat kamera lubang jarum:
Siapkan terlebih dahulu bahan bahan berikut ini: (1) kotak sepatu (lebih panjang lebih baik), (2) aluminium foil (biasanya dipakai untuk bungkus coklat), (3) jarum (lebih kecil lebih baik), (4) isolasi hitam (lakban), (5) karton putih, (6) cutter dan gunting, (7) lem kayu (jika ada).
- Letakkan kotak sepatu pada lantai sehingga terlihat seperti gedung tinggi. Bagian atas saya sebut atap. bagian sisi saya sebut dinding (utara, barat, selatan, dan timur. Bagian yang menempel di lantai saya sebut dasar. (foto menyusul)
- Pada bagian atap sebelah timur (2 cm dari tepi), buat lubang berbentuk kotak 1 cm x 1 cm. Gunakan cutter!.(foto menyusul)
- Gunting aluminium foil dengan ukuran 2 cm x 2 cm. Tempelkan pada lubang dengan bagian yang mengkilap sebelah luar. Gunakan lem atau isolasi hitam/lakban.(foto menyusul)
- Pada dinding sebelah timur-bawah buat lubang dengan ukuran 3 cm x 2 cm (tinggi x lebar).(foto menyusul)
- Tusuk aluminium foil dengan jarum secara hati-hati, dengan gerakan memutar, ke bawah-atas secara berulang-ulang agar didapat lubang berbentuk lingkaran penuh.(foto menyusul)
- Bagaimana cara kerja kamera lubang jarum? saya yakin anda dapat memahaminya melalui gambar berikut:(foto menyusul)Kredit: https://commons.wikimedia.orgDan berikut ini skema cara menggunakan kamera lubang jarum.
Cara kedua adalah dengan menggunakan filter. Banyak artikel mengungkapkan bahwa kacamata las (welder glass) dapat digunakan, kenyataannya kita harus menggunakan dua buah kacamata las yang digabungkan agar dapat mengamati matahari dengan aman. Filter yang benar-benar aman untuk digunakan adalah filter ND50 (Neutral Density). Dengan menggunakan filter ini maka cahaya matahari yang sampai ke mata (pengamatan langsung) hanya sebesar 1/100000 bagian saja. Inipun hanya diijinkan untuk pengamatan selama kurang dari 3 menit, bahkan bapak Hendro M.Si, pendiri Imah Noong, mengungkapkan bahwa beliau hanya mengijinkan pengamatan selama maksimal 2 menit.
Komentar
Posting Komentar